Buerger's disease adalah masalah lain yang disebabkan oleh rokok. Penyakit ini hanya ditemui pada perokok, yaitu penyakit pada sirkulasi darah di mana darah tidak bisa mencapai ujung jari atau jari kaki. Akibatnya, jari-jari akan “mati” dan menjadi gangren. Pada sebagian besar kasus, jari tangan dan kaki harus diamputasi untuk mencegah gangren menyebar ke bagian tubuh lain.
Hipertensi adalah masalah kesehatan lain yang ada kaitannya dengan rokok. Jika kadar kolesterol meningkat, maka tekanan darah juga ikut naik. Nikotin pada rokok memiliki efek pada arteri. Niktoin merupakan stimulant kuat, maka bisa menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh menyempit. Penyempitan pembuluh darah mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh. Proses ini menyebabkan kenaikan tekanan darah. Aliran darah yang terhambat juga bisa menyebabkan plak kolesterol pecah. Proses ini mengawali terjadinya penyakit jantung.
Perokok yang sukses menghentikan kebiasaannya akan mendapatkan keuntungan: perbaikan profil kolesterol berupa kadar kolesterol HDL naik. Ini merupakan hasil penelitian terbaru.
Beberapa penelitian yang pernah dilakukan juga menunjukkan bahwa merokok bisa menurunkan kadar kolesterol "baik" HDL dan meningkatkan kolesterol yang “jahat" LDL. Untuk menguji dampak merokok pada kadar kolesterol. Dr. Adam Gepner dari University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, di Madison, Amerika Serikat meneliti 1.500 perokok.
Mereka rata-rata menghabiskan 21 batang rokok setiap hari saat penelitian dimulai. Setelah satu tahun mengikuti program berhenti merokok, 334 (36%) berhasil berhenti. Peneliti menemukan, di antara partisipan yangberhasil berhenti merokok, terdapat rata-rata kenaikan LDL sebesar 2,4 mg/dL. Selain HDI naik, ditemukan juga ada penambahan ukuran partikel LDL yang sangat penting menurunkan risiko penyakit jantung. Dampak ini lebih teriihat pada perempuan. Temuan lain, tidak tampak adanya jumlah rokok yang dihabiskan. Perokok berat pun masih bisa menikmati keuntungan naiknya HDL seperti halnya perokok ringan, jika mereka berhenti.
Mereka rata-rata menghabiskan 21 batang rokok setiap hari saat penelitian dimulai. Setelah satu tahun mengikuti program berhenti merokok, 334 (36%) berhasil berhenti. Peneliti menemukan, di antara partisipan yangberhasil berhenti merokok, terdapat rata-rata kenaikan LDL sebesar 2,4 mg/dL. Selain HDI naik, ditemukan juga ada penambahan ukuran partikel LDL yang sangat penting menurunkan risiko penyakit jantung. Dampak ini lebih teriihat pada perempuan. Temuan lain, tidak tampak adanya jumlah rokok yang dihabiskan. Perokok berat pun masih bisa menikmati keuntungan naiknya HDL seperti halnya perokok ringan, jika mereka berhenti.

















0 comments