1) Peningkatan kadar kolesterol dan triglisorida Peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida di dalam darah menyebabkan kerusakan endotelium. Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh, namun kadang produksi kolesterol di hati melebihi kebutuhan. Hal ini menjadi lebih parah jika seseorang banyak mengkonsumsi makanan kaya LDL atau kolesterol “jahat" yaitu makanan dari hewan. Terlalu banyak produksi kolesterol menyebabkan kadamya meningkat dalam darah dan membahayakan seseorang karena berisiko menyebabkan aterosklerosis yang berujung pada serangan jantung atau stroke. Makanan dari hewan seperti ayam, telur, susu, semuanya mengandung kolesterol. Sedangkan makanan dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.
2) Tekanan darah tinggi Tekanan darah berasal dari dua sumber tekanan.
Pertama adalah tekanan yang timbul saat jantung memompa darah ke sistem peredaran darah (sirkulasi). Kedua adalah tekanan untuk melawan arteri saat aliran darah lewat. Saat jantung mempompa, darah akan didorong masuk ke arteri-arteri berukuran besar kemudian ke pembuluh darah yang lebih kecil yang disebut arteriola. Arteriola ini bisa menyempit atau melebar. Saat itu terjadi, maka perlawanan terhadap aliran darah terjadi. Semakin sulit darah mengalir, maka tekanan darah akan semakin tinggi. Tekanan darah yang terus tinggi selama bertahun- tahun akan menyebabkan jantung terus memompa darah dengan keras agar darah bisa mengalir. Hal ini akan menyebabkan jantung membesar dan otot jantung menjadi lemah. Tekanan darah yang tinggi akan mencederai arteri dan arteriola. Pembuluh darah besar maupun kecil ini ibaratnya akan terluka (timbul bekas luka) dan memicu timbulnya aterosklerosis.
2) Merokok
Merokok juga bisa memperburuk kedua faktor risiko aterosklerosis di atas. Racun-racun pada rokok akan menurunkan kolesterol baik atau HDL dan menaikkan kolesterol jahat atau LDL. Nikotin dan karbon monoksida yang terkandung dalam rokok akan merusak endotelium, yang menjadi awal terjadinya aterosklerosis.

















0 comments