
Haiindonesia.com - “I’m feeling blue.” "Perasaanku haru biru” .Anda sering mendengar kalimat itu bukan? Kalimat-kalimat tadi merupakan ilustrasi yang baik untuk menggambarkan emosi kita. Warna bukan sekadar pemanis mata kita, tetapi lebih dari itu warna memiliki efek fisik yang akan berdampak ke seluruh tubuh kita. Konon, warna bisa mempengaruhi kelenjar pituitari, tempat produksi sejumlah hormon. Hormon bisa berdampak pada mood kita. Masuk akal bila warna bisa mempengaruhi emosi dan mood kita.
Bagaimana cara kita mengaplikasikan warna untuk mempengaruhi mood kita? Pakaian adalah pilihan paling mudah. Apa yang Anda kenakan tidak hanya membantu apa yang ingin Anda ekspresikan, tetapi juga bisa memberikan kesan kuat pada orang lain, terutama pada orang yang belum pernah Anda temui.
Di momen seperti Hari Raya, mood kita seharusnya dalam kondisi baik dan ceria. Hati kita juga harus bersih dan terbuka untuk memaafkan kesalahan orang lain sekaligus meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita di masa lalu. Maka, ekspresikan perasaan kita dengan warna baju yang sesuai.
Tetapi tidak hanya dari pakaian. Apa yang kita kenakan seperti asesoris, misalnya dasi, juga bisa mewakili perasaan Anda meskipun tidak seekspresif warna pakaian. Suasana rumah juga bisa mengubah mood Anda dengan variasi warna. Tidak harus mengganti semua furnitur di rumah Anda. Cukup dengan mengubah dekorasi, menempatkan bunga, atau pencahayaan dan sebagainya.
Jika Anda ingin mengubah mood, mulailah dengan beberapa perubahan kecil, karena mood berubah dengan cepat. Siapa tahu Anda akan menemukan bahwa warna yang pada awalnya Anda benci ternyata akan menjadi warna favorit Anda.

















0 comments