Portal berita terkini update setiap hari

17 Agustus 2012

Pembuatan Sistem Pertanian Lahan Sempit

Haiindonesia.com - Dunia pertanian sudah tidak identik Idengan lahan yang luas atau sawah yang membentang. Saat ini, telah berkembang sistem pertanian dengan memanfaatkan lahan sempit. Seperti teras rumah, halaman, atau pun ruang tamu. Di Jepang misalnya, media tanam di , basement. Begitu pula di Indonesia, budidaya tanam biasa menggunakan pot.

Kabar yang relatif masih baru — menyangkut budidaya tanaman dengan lahan sempit datang dari Tegal Jawa Tengah. Tepatnya dari Desa Jejeng, Kecamatan Bumijaya, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Hasilnya, selain bisa memenuhi kebutuhan keiuarga, juga memberi penghasilan

Slamet40 tahun, Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tegal, yang telah berhasil mencip-takan dan mengembangkan model pertanian Agrokita. Agrokita merupakan pengembangan dari sistem Hidroponik. Yaitu, sistem pertanian yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam.

Karena itu hidroponik juga disebut budidaya tanan tanpa tanah atau soilless cultur “Sistem pertanian hidroponik tidak mepsrtukan tanah yang Namun kelemahan-nya butuh modal besar. Tapi, yang saya coba  Hidroponik yang lebih murah dan ramah lingkungan  Pertanian dengan sistem Agrokita memerlukan perlengkapan, antara lain: pot, media agrokita, benih, j plastik alas, busa semai, tali pengikat dan rambatan, serta nutrisi dan pestisida.

Pot yang digunakan dalam pertanian Agrokita adalah botol plastik bekas minuman yang berukuran sama. Masing masing botol dipotong bagian bawahnya, salah satunya lebih pendek dari yang lain. Lalu, botol yang lebih pendek dimasukkan ke dalam botol lain. Posisi tutup botol sama-sama menghadap ke bawah. Agar tidak jatuh, bagian atas diikat, sekaligus berfuhgsi sebagai pengait.

Bibit yang akan diguna-kan dalam sistem pertanian Agrokita harus disemai terlebih dulu sehingga muncul bakal tunas. Untuk bibit melon misalnya, taruh biji melon ke dalam kantong plastik yang dilobang kecil-kecil, dan memungkinkan air merembes ke dalamnya. Lalu, rendam ke dalam air hangat (60°C) selama 4-5 jam, tiriskan. Setelah itu, benih dibungkus dengan kain atau handuk basah hingga , berkecambah.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

 
© 2011 Hai Indonesia
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top