Autofokus Walaupun fokus manual lebih dipilih untuk pemotretan close-up benda hidup, autofokus cocok untuk fotografi alam bebas. Pengubahan fokus manual Pengubahan fokus manual full-time memungkinkan Anda menggunakan autofokus untuk memperoleh fokus yang kira-kira tepat, lalu memperbaikinya secara manual sesuai kebutuhan.
Stabilisasi optic Cocok untuk fotografi biasa, tapi saat menggunakan lensa prime makro sebagai telefoto pendek, efektivitas stabilisasi akan jauh berkurang saat Anda area bidik pemotretan close-up.
Memungkinkanjangkauan lensa makro untuk tetap fixed sepanjang rentang fokus. Lensa non-IF bisa dua kali lebih panjang.
Tombol focus-limit Pemotretan close-up jarak dekat untuk hasil akurat bisa memperlambat autofokus. Focus limit switch membatasi fokus pada rentang terdekat atau terjauh, yang akan meningkatkan kecepatan AF.
Kebanyakan lensa makro kompatibel dengan SLRfull-frame. Sesuaikan dengan SLR bersensor lebih kecil dan Anda akan - memperoleh area sentral berkualitas tinggi dari area obyek.
mungkin perlu berpindah ke fokus manual dan memfokuskan lewat viewfinder, atau menggunakan live view, untuk memastikan bahwa focal point terpilih sudah tajam.
Di samping menghindari goyangan kamera, tantangan lainnya saat memotret close-up ialah meyakinkan bahwa Anda memiliki depth of field atau ruang ketajaman yang cukup untuk merekam obyek dalam fokus yang tajam dari depan ke belakang - tentu dengan asumsi itulah efek yang ingin Anda hasilkan. Untuk melakukannya. Anda perlu mengatur aperture yang lebih kecil daripada biasanya - dalam rentang f/16-f/22. Menjaga agar kamera tetap berada pada posisi sejajar dengan obyek juga akan membantu proses pemotretan.
Alternatifnya, gunakan aperture lebar untuk menciptakan fokus tajam dengan zona sempit sembari mengaburkan obyek lainnya. Di sini. Anda harus lebih berhati-hati dalam focusing karena depth of field bisa saja hanya satu milimeter atau kurang.
Stabilisasi optic Cocok untuk fotografi biasa, tapi saat menggunakan lensa prime makro sebagai telefoto pendek, efektivitas stabilisasi akan jauh berkurang saat Anda area bidik pemotretan close-up.
Memungkinkanjangkauan lensa makro untuk tetap fixed sepanjang rentang fokus. Lensa non-IF bisa dua kali lebih panjang.
Tombol focus-limit Pemotretan close-up jarak dekat untuk hasil akurat bisa memperlambat autofokus. Focus limit switch membatasi fokus pada rentang terdekat atau terjauh, yang akan meningkatkan kecepatan AF.
Kebanyakan lensa makro kompatibel dengan SLRfull-frame. Sesuaikan dengan SLR bersensor lebih kecil dan Anda akan - memperoleh area sentral berkualitas tinggi dari area obyek.
mungkin perlu berpindah ke fokus manual dan memfokuskan lewat viewfinder, atau menggunakan live view, untuk memastikan bahwa focal point terpilih sudah tajam.
Di samping menghindari goyangan kamera, tantangan lainnya saat memotret close-up ialah meyakinkan bahwa Anda memiliki depth of field atau ruang ketajaman yang cukup untuk merekam obyek dalam fokus yang tajam dari depan ke belakang - tentu dengan asumsi itulah efek yang ingin Anda hasilkan. Untuk melakukannya. Anda perlu mengatur aperture yang lebih kecil daripada biasanya - dalam rentang f/16-f/22. Menjaga agar kamera tetap berada pada posisi sejajar dengan obyek juga akan membantu proses pemotretan.
Alternatifnya, gunakan aperture lebar untuk menciptakan fokus tajam dengan zona sempit sembari mengaburkan obyek lainnya. Di sini. Anda harus lebih berhati-hati dalam focusing karena depth of field bisa saja hanya satu milimeter atau kurang.
Canon EF 100mm f/2.81 Macro IS USM
Harga: Rp 5.2 jutaan | Mount: Canon
Plus Hybrid image stabilisation dan autofokus yang brilian.
Minus Sangat mahal.
Sigma 105mm f/2.8 EX OG Macro
Harga: Rp 11 jutaan | Mount: Canon, Four Thirds, Nikon, Pentax, Sony
Plus Sangat tajam pada f/8 dan f/11. Pilihan bagus untuk Four Thirds.
Minus Ketajaman sangat berkurang pada aperture besar dan kecil.
Tamron SP AF 90mm f/2.8 Oi Macro
Harga: Rp 4 jutaan | Mount: Canon, Nikon, Pentax, Sony
Plus Lebih tajam, ringan, dan murah dibandingkan lensa sekelas.
Minus Perpindahan fokus tidak kompatibel dengan bodi Sony
Tokina AT-X 100mm f/2.8 PRO O Macro
Harga: Rp 4,8 jutaan | Mount: Canon, Nikon
Plus Bodi kokoh dan kualitas baik dengan harga terjangkau.
Minus Ring fokus manual agak kaku pada fokus terdekat.






















0 comments