Portal berita terkini update setiap hari

21 Januari 2013

Mengenal Jenis Lensa Kamera SLR

Lensa standar

Lensa kit 18-55 standar
Lensa yang dianggap “standar “ adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam dunia lensa. Cepat, optisnya istimewa, dan close-focusing, lensa yang kerap disepelekan ini ternyata sering melampaui standar.
Lensa yang hadir bersama kamera , SLR Anda "lensa kit biasanya mencakup focal length standar 18-55mm. Bagi sebagian orang lensa kit adalah satu-satunya lensa yang akan mereka pakal baik karena pilihan maupun keterbatasan langgaran.
Lensa ini biasanya terjangkau serta menawarkan cara yang nyaman untuk memahami fitur kamera Tapi, lensa ini memiliki1 keterbatasan. Pertama, lensa ini mempunyai aperture maksimum yang kecil, jadi cahaya masuk tidak sebanyak pada lensa 'cepat'.
Hasilnya, Anda memerlukan cukup cahaya kalau ingin membekukan gerakan obyek pada ISO rendah.
Kedua, mereka bukanlah lensa f tertajam. Anda bakal memperoleh hasil terbaik dengan "menurunkan" aperture ke setelan mid-range seperti f/8 atau f/11. T erakhir, mereka bukanlah lensa dengan pemfokusan tercepat

Lensa prime

Lensa Prime 50mm
Lensa prime (lensa fixed atau memiliki focal length tetap) 50mm - disebut "standar" karena menawarkan sudut pandang mirip mata manusia - umumnya merupakan lensa yang hadir bersama SLR film, tapi focal length ini sekarang sering disertakan di dalam lensa zoom berentang sudut lebar. Biasanya dalam rentang 35 - 70mm untuk DSLR full-frame dan 18 - 55mm untuk SLR cropped sensor.
Bagi penggemar lensa "standar", banyak lensa fixed yang tersedia, termasuk sejumlah pilihan 50mm dengan rentang aperture maksimum. Untuk DSLR dengan cropped sensor 1,5x, lensa prime standar akan berada di rentang 30 -35mm. Kualitas optis - : yang istimewa dari lensa prime standar membuatnya ideal untuk merekam detail penting, seperti pada fotografi close-up dan still- life, dan jamak digunakan untuk portrait manusia. Banyak lensa prime standarjuga cepat, dengan aperture maksimum berkisar antara f/1.4 dan f/2.0. Artinya, lensa ini dapat digunakan tanpa tripod dalam kondisi cahaya temaram untuk kebutuhan fotografi liputan, dan akan menghasilkan latar belakang blur yang indah saat disetel pada aperture terlebar.
"Kualitas istimewa dari lensa primee membuatnya ideal untuk memotret detail obyek foto"



Superzoom

Superzoom seperti lensa kit tambahan, menawarkan rentangfocal length yang lebih lebar dalam satu paket yang ringkas. Para fotografer pemula banyak yang tergoda untuk membeli lensa superzoom, misalnya Tamron AF 18-270mm f/3.5-6.3 Di IIVC. Meskipun ide satu lensa yang mencakup rentang focal length yang lebar terdengar menarik, superzoom tetap punya keterbatasan.


Super zoom Lens
  1. Superzoom itu lamban - mereka sering memiliki aperture maksimum lebar f/6.3 pada ujung atas rentang focal length. Ini menyulitkan untuk mencapai kedalaman ruang yang dekat, dan berarti shutter speed yang lambat pada semua kondisi (kecuali dalam cahaya terang). Jadi pastikan Anda menyangga kamera dengan benar ketika memotret dalam cahaya temaram.
  2. “Zoom creep" - saat mengarahkan lensa secara langsung ke atas atau bawah, lensa yang lebih murah mungkin akan sedikit dapat melakukan zoom-in.
  3. Kualitas optis - jangan harapkan lensa dengan rentangfocal length yang demikian lebar untuk menghasilkan keajaiban. Pada dasarnya, Anda membayar untuk kenyamanan, dengan konsekuensi lensa lensa ini tidak akan setajam lensa prime atau zoom standar, khususnya pada bagian yang mendekati tepi bingkai. Meskipun begitu, lensa ini memungkinkan Anda bereaksi lebih cepat untuk memotret dibandingkan mereka yang membawa dua atau tiga lensa berbeda.

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

 
© 2011 Hai Indonesia
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top