Lensa telefoto sempurna jika Anda tidak bisa mendekati obyek foto secara fisik, membuatnya esensial untuk fotografi alam bebas dan olahraga. Seperti yang telah kami sebutkan, sebagian besar DSLR sudah dilengkapi lensa kit yang memiliki rentang focal length efektif sekitar 28 - 80mm, yang sudah mencukupi pada sudut lebar, tapi kurang sesuai untukjangkauan telefoto sesungguhnya.Dilemanya apakah Anda melengkapi lensa standar dengan lensa telefoto atau singkirkan lensa kit dan beli lensa superzoom all-in-one. Tidak bisa dipungkiri bahwa pilihan kedua lebih nyaman, tapi ada hal yang harus dikompromikan.
Bagi para fotografer yang serius, lebih masuk akal jika membeli lensa zoom telefoto. Tapi, berapa biaya yang harus dikeluarkan? Lensa zoom telefoto 70 - 200mm yang cepat dengan aperture konstan f/2.8 (seperti yang banyak digunakan para profesional) biasanya menghabiskan dana sekitar Rp 10 juta hingga 20 jutaan).
Jadi, kecuali Anda akan mempergunakannya setiap saat atau memang mempunyai kantung tebal, opsi ini tergolong lumayan mahal. Di sisi lain, zoom telefoto yang lebih sederhana dengan aperture maksimum f/4-5.6 bisa ditebus mulai harga Rp 2 jutaan sampai Rp 6 jutaan.
Mereka tidak dirancang untuk penggunaan profesional penuh layaknya lensa yang lebih mahal, tapi dengan harga yang hanya sepersekiannya, masih banyak yang bisa ditawarkan lensa ini.
Dalam hal ketajaman, kontras, dan kualitas gambar secara keseluruhan, sulit untuk membedakan antara lensa sederhana dan lensa mahal, kendati lensa sederhana tidak menghasilkan very shallow depth of field yang Anda bisa dapat dengan lensa f/2.8.
Lensa Telefoto biasanya lebih besar dan lebih berat dibandingkan lensa standar atau wide-angle, jadi Anda akan memerlukan dukungan monopod atau tripod. Sebagai aturan umum, jangan genggam SLR Anda dengan shutter speed yang lebih lambat daripada focal length terpanjang lensa Anda. Jadi, kalau Anda menggunakan lensa dengan focal length 200mm, hindari penggunaan shutter speed lebih lambat daripada 1/200 detik tanpa memakai tripod.
Jika lensa Anda memiliki image stabilisation bawaan, pastikan Anda menggunakannya pada mode yang tepat (beberapa mode hanya cocok untuk pergerakan vertikal, sehingga Anda bisa panning dengan obyek bergerak dan image stabiliser tidak akan mencoba mengoreksi pergerakan horizontalnya).
Telefoto dapat menangkap kedalaman ruang yang lebih sempit dibandingkan lensa wide angle cobalah memotret foto portrait pada f/2.8 atau f/4 menggunakan lensa 200mm dan Anda akan menciptakan latar belakang buram yang cantik. Memotret dalam mode Aperture Priority dan pilihlah aperture terlebar untuk mengaburkan sebanyak mungkin obyek di sekitar.
Telefoto juga berguna untuk memungkinkan pengguna kamera "memampatkan" lanskap sehingga elemen-elemen berbeda akan tampil lebih dekat satu dan lainnya dibandingkan jarak sebenarnya. Inilah efek yang sering dieksploitasi fotografer profesional saat memotret lanskap berkabut dan scene pegunungan.
Lihat pula jenis lensa telephoto terbaik saat ini disini



















0 comments