Portal berita terkini update setiap hari

5 September 2012

Cara Tepat Menghindari Kolestrol

Makanan Berminyak Kolestrol

Lebaran identik dengan makanan berlimpah. Semuanya menggoda selera. Namun sayangnya, kebanyakan makanan yang tersaji kurang baik untuk kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Beberapa makanan khas lebaran termasuk makanan kurang sehat atau mengandung kolesterol tinggi, misalnya berbagai hidangan bersantan, masakan dari daging berlemak, atau makanan yang manis.
Daging merah mengandung lemak jenuh tinggi yang mengandung kolesterol “jahat" LDL. Daging sapi dan kambing masuk dalam daftar makanan kaya kolesterol. Sebenarnya daging putih (ayam dan ikan) juga mengandung kolesterol, namun kadarnya jauh lebih rendah dibandingkan daging merah. Jadi lebih baik memilih opor ayam dibandingkan rendang.

Selain itu cemilan atau makanan kecil saat lebaran juga banyak mengandung lemak jenuh atau lemak trans. Makanan dari kacang-kacangan sebenarnya sehat karena mengandung lemak tak jenuh yang akan diproses menjadi kolesterol “baik” HDL oleh tubuh. Tapi ketika kacang sudah diolah menjadi makanan yang tinggi kadar garam atau kadar gula, kacang bukan lagi cemilan yang sehat. Oleh karena itu batasi konsumsinya.
Bagaimana dengan keju? Aneka kue dengan rasa keju sudah pasti ada di setiap meja saat lebaran. Keju adalah salah stau produk yang berbahan susu. Semua produk turunan susu mengandung lemak jenuh. Artinya, mereka mengantarkan LDL ke atas meja. Semakin rendah kadar lemak dalam produk turunan susu, maka semakin sedikit kolesterol yang dibawa. Keju dan krim adalah produk susu yang tinggi kadar lemaknya. Sementara susu rendah lemak atau susu skim lebih sehat. Lebih baik menggunakan susu skim dalam resep kue kita dibandingkan susu tinggi lemak dan tentu saja batasi kejunya.

Meskipun tidak biasa, namun hidangan dari ikan yang mengandung lemak ikan yaitu asam lemak omega-3 sebaiknya dibuat sebagai hidangan alternatif di saat istimewa. Minyak ikan kaya HDL yang bermanfaat meredam efek buruk LDL. Berbagai jenis ikan laut seperti salmon, tuna atau sarden adalah makanan yang tinggi kadar lemak ikannya. Ikan juga bisa disulap menjadi makanan istimewa pengganti daging merah.
Mengonsumsi ikan sangat sehat untuk jantung karena asam lemak omega-3 di dalamnya bisa menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko pembekuan darah. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, lemak ikan bisa menurunkan kematian mendadak. Namun untuk menjaga hidangan ikan tetap sehat, lebih baik dipanggang dan bukan digoreng agar tidak tercemar lemak jenuh.

Pesta boleh saja, apalagi di saat-saat spesial seperti lebaran. Namun kita mesti menjaga asupan makanan terutama dalam mempertahankan kadar kolesterol di tingkat normal. Pada orang sehat, batas asupan kolesterol dalam sehari adalah kurang dari 300 mg. Tapi pada penderita penyakit kardiovaskular, diabetes, atau hiperlipidemia, asupan kolesterol harus lebih dibatasi, yaitu kurang dari 200 mg sehari.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

 
© 2011 Hai Indonesia
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top