
Haiindonesia.com - Bata aerasi atau yang dikenal dengan beton ringan saat ini makin dicintai banyak orang. Ini terlihat dari membanjirnya produk material ini di toko bahan bangunan.
"Sudah 2 tahunan, orang mulai banyak menggunakan bata ringan," ungkap Samsul, pemilik toko bahan bangunan di daerah Kedoya.
Ada beberapa hal yang membuat beton ringan ini makin dicintai. Petama, ukurannya yang akurat dan presisi. Kedua, proses aerasi yang homogen dan komputerisasi menghasilkan beton ringan dengan kuat tekan yang paling tinggi. Ketiga, memiliki bobot yang ringan, yakni hanya 1/5 beton biasa. Keempat, ekonomis karena dapat meringankan biaya konstruksi dan operasional bangunan. Kelima, kedap suara, tahan panas dan api, serta ramah lingkungan. Bata aerasi atau yang dikenal dengan beton ringan saat ini makin dicintai banyak orang. Ini terlihat dari membanjirnya produk material ini di toko bahan bangunan.
"Sudah 2 tahunan, orang mulai banyak menggunakan bata ringan," ungkap Samsul, pemilik toko bahan bangunan di daerah Kedoya.
Ada beberapa hal yang membuat beton ringan ini makin dicintai. Petama, ukurannya yang akurat dan presisi. Kedua, proses aerasi yang homogen dan komputerisasi menghasilkan beton ringan dengan kuat tekan yang paling tinggi. Ketiga, memiliki bobot yang ringan, yakni hanya 1/5 beton biasa. Keempat, ekonomis karena dapat meringankan biaya konstruksi dan operasional bangunan. Kelima, kedap suara, tahan panas dan api, serta ramah lingkungan.
Harga material ini berada di kisaran Rp700.000-an per m3.
Walau terlihat lebih mahal dibanding dengan batu bata, tetapi jika dilihat dari proses cara kerja dan waktu yang dibutuhkan saat pemasangan, "menggunakan beton ringan lebih murah dibanding bata." Anda tertarik menggunakan material ini juga?

















0 comments