DEMAK, KOMPAS.com -- Buka bersama merupakan
aktivitas yang selalu ada setiap Ramadhan tiba. Acara bukber tersebut,
biasanya diawali dengan ceramah oleh para alim ulama. Tetapi ada yang
berbeda dalam acara buka bersama yang diselenggarakan oleh Teater Negara
SMK Negeri 1 Sayung, Jumat (10/8/2012), bukan tausiyah sebagai pembuka
sebelum bedug maghrib berkumandang, melainkan pembacaan puisi religi.
Selain baca puisi, acara yang dikemas sederhana namun penuh keakraban itu, juga menampilkan pembacaan cerpen dan performance art oleh
para anggota teater yang berdiri sejak tahun 2011 ini. Acara buka
bersama oleh Teater Negara didukung sepenuhnya oleh kepala SMK N 1
Sayung, dewan guru maupun komite sekolah, dengan harapan acara bisa
memecahkan 'kebisuan' kota wali ini dari gerakan kesenian.
Teater
Negara di bawah asuhan pelatih Ibrahim 'Bra', ingin membuktikan bahawa
meskipun berkecimpung di dunia seni dan hiburan, tetapi tidak menjadikan
para personelnya lupa terhadap tuntunan agama. Justru mereka akan
memasukkan unsur- unsur agama dan moral di dalam kegiatan kesenian
sebagai upaya pelestarian identitas kota wali yang religius.
Menurut
Gigis Mohamad Afnan, dengan adanya buka bersama yang diselenggarakan
oleh Teater Negara mudah- mudahan mempererat tali silaturahmi di antara
sesama anggota teater maupun para dewan guru. "Saya sangat mendukung
kegiatan-kegiatan semacam ini, daripada ngabuburit yang tidak ada
tujuannya, mendingan ngabuburit dengan menciptakan puisi sekaligus
mendeklamasikannya, insya Alllah lebih bermanfaat," lanjut Gigis sambil
tersenyum.
Menciptakan sekaligus mempertunjukkan puisi di hadapan
audiens sebagai salah satu acara sebelum menyantap hidangan buka puasa.
Tujuannya untuk melatih kreativitas para anggota Teater Negara. Selain
itu diharapkan mereka juga lebih bisa menghargai waktu, jangan sampai
ngabuburit diisi dengan kegiatan sia- sia seperti melamun, bergosip
maupun kebut-kebutan di jalan raya.

















0 comments