Portal berita terkini update setiap hari

15 Agustus 2012

Eksplorasi Proses Kreatif di Balik Layar Designing 007 : Fifty Years of Bond Style


Haiindonesia.com - MERAYAKAN 50 tahun James Bond adalah merayakan kepiawaian, imajinasi dan ambisi para sineas serta desainer yang menciptakan karakter sekuat dan sepopular james bond. Selama 50 tahun sejak film pertama yang dibintangi aktor Sean Connery, Dr No, dirilis 5 Oktober 1962, James Bond bergaung melebihi aksinya di bioskop.

Barbican Centre, pusat kesenian dan kebudayaan di Silk Street London, bekerja sama dengan EON Production Ltd menggelar ekshibisi Designing 007: Fifty Years of Bond Style pada 6 Juli-5 September 2012.


Ekshibisi ini mengeksplorasi proses kreatif semua pihak yang terlibat, sejak berupa cetak biru hingga menjadi satu produk sinema. Pameran ini menjadi pemanasan sebelum pemutaran Skyfall, film Bond yang ke-23 pada 26 Oktober 2012, menan-dai ulang tahun emasnya.

"James Bond tidak hanya bergaung di bioskop. Lebih dari itu, Bond juga menyampaikan kemewahan Inggris dengan sangat jelas. Latar/ properti, dan kostum yang didesairi selama bertahun-tahun membantu mendorong lisensi Bond menjadi benda ikon," kata Bronwyn Cosgrave, dari tim pameran Barbican Centre.


Sebelum arena pameran, sederet poster film James Bond sejak Dr No (1962) hingga Quantum of Solace (2008) me-nyapa pengunjung. Setelah itu, pengunjung bertemu patung Sean Connery yang bersandar di mobil, berjas karya Anthony Sinclair yang potongan bajunya dikenal sebagai conduit cut.

Dulu, sutradara Terence Young membawa Connery ke tu-kang jahit di Mayfair dan keluar dengan busana necis khas Bond sebelum berpose dengan mobil DB5 Aston Martin 1964.

Gaya Bond di Dr No dengan celana ramping dan jas pas badan menonjolkan tubuh nan atletis ini kemudian menjadi ikon. Inilah Bond. Bukan Bond jika tidak bergaya seperti ini, ramping dan atletis. Dari film ke film, setelan jas dan celana tersetrika Tapi ini sangat khas.

Poster-poster dan patung Connery ini jadi daya tarik agar tamu mau membayar untuk menonton pameran. Setelah membayar 12 pound (sekitar Rp 178.000), pengunjung ekshibisi akanmendapat semua hal me-ngenai proses mendesain Bond, lengkap aneka cuplikan filmnya dari tahun 1962 hingga 2008.

Bond karena meraup penghasilan sangat cepat. Dua pekan setelah dirilis, produser Goldfinger mendapat kembali biaya produkanya yang 3 juta dollar AS. Sejak saat itu. Bond menjadi satu fenomena budaya pop yang Mariya tersaingi ketenaran band The Beatles. Pameran ini juga menampiikan buku karya Ian Fleming, yang menjadi gagasan cerita film Bond.

Mayoritas pengunjung yang berusia matang paham betul detail filmnya. Turis dari AS, Matt Howard (50), berujar, "Properti yang dipajang mengingatkan pada film-film yang hampir semuanya pernah saya tonton.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

 
© 2011 Hai Indonesia
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top