Portal berita terkini update setiap hari

16 Agustus 2012

Doa Petani Itu jelek


Haiindonesia.com - Waji Kurdi (57) adalah satu dari sedikit petani bawang merah di desa Sleman, Kecamatan Sliyeb, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sejak 1987, kakek empat cucu dari dua anak perempuannya ini telah mendapatkan segalanya dari bercocok tanam.

Kurdi ini awalnya dianggap aneh, namun kemudian terbukti pilihannya ternyata tidak salah. Karena bawang merah pulalah yang telah mengantarkannya ke tanah suci Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Tak berlebihan bila Kurdi dinamakan haji bawang.

"Kadang doa petani itu jelek, kami sekali-sekali berharap agar panen bawang di tempat lain jatuh, sehingga kami bisa mendapatkan harga bagus. Kalau harganya tinggi, meski belum saatnya panen pasti akan kami panen juga,” kata Kurdi berterus terang.

Untuk melipatgandakan keuntungan, Kurdi biasa melakukan tumpang sari dengan cabai. Ketika bawang berumur satu bulan, ia mulai menanam cabai di antara pohon bawang. "Cara ini sangat menguntungkan. Karena, kita tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk mengolah tanah dan memupuk. Tinggal menggunakan apa yang sudah kita berikan untuk tanaman bawang,” jelas Kurdi.

Untuk menghadapi serangan ulat bulu, Kurdi terbiasa mencampur pestisida yang dipakainya dengan susu saset. Meski aneh, namun cara ternyata sangat mujarab. □
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

 
© 2011 Hai Indonesia
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top