Portal berita terkini update setiap hari

15 Agustus 2012

Berhenti Napas Ketika Tidur Memicu Stroke


haiindonesia.com - SLEEP apnea atau gangguan yang di-tandai dengan berhentinya napas sesaat ketika tidur adalah salah satu gejala meningkatnya risiko stroke. Menurut sebuah penelitian terbaru, sleep apnea dikategorikan sebagai stroke yang tidur atau silent stroke. Ini karena adanya jaringan otak yang mati akibat napas yang berhenti sesaat ketika tidur. Rusaknya jaringan otak ini tidak didahului gejala apa pun. Penelitian lain menyebutkan banyaknva memori otak yang hilang saat terjadi sleep apnea mempercepat terjadinya stroke.

Dokter Jessica Kepplinger dari Dresden University of Technology, Jerman, meneliti 56 pasien stroke guna membuktikan kait-an erat antara sleep apnea clan stroke. ’’Sudah ada investigasi yang membuktikan adanya kaitan erat antara sleep apnea dan gejala yang secara klinis diidentifikasikan sebagai stroke tidur,” ujarnya.

Dalam penelitian ini, 91 persen pasien stroke mengalami frekuensi sleep apnea yang cukup sering. Para peneliti juga melakukan studi pencitraan otak, yang menghasilkan kesimpulan sama. Semakin sering pasien mengalami sleep apnea, semakin sedikit kerja otak yang diha-silkan. Para peneliti menemukan bahwa sleep apnea lebih sering terjadi pada perempuan berusia di atas 67 tahun.




Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

 
© 2011 Hai Indonesia
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top